Banner
Ucapan Idul Fitriwikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 112394 visitors
  Hits : 17978 hits
  Today : 23 users
  Online : 2 users
:: Kontak Admin ::

alanrm82    
Agenda
11 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Pemerintah Ubah Paradigma Pendidikan

Tanggal : 08/10/2010, 11:20:15, dibaca 666 kali.

 

Rabu, 04 Agustus 2010 07:34

Paradigma pendidikan di Indonesia harus berubah, dari istilah pendidikan gratis menjadi pendidikan terjangkau, dari layanan berbasis birokrasi ke layanan berbasis publik. "Perubahan ini harus dilakukan secara bersama-sama," ujar Sukemi, Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Bidang Komunikasi dan Media dalam acara "Dialog dengan Para Pendidik dan Tenaga Kependidikan," yang diadakan di sela-sela Olimpiade Sains Nasional (OSN) IX di Medan, Senin (2/8). Acara ini dihadiri guru-guru dari berbagai jenjang dari Sumatera Utara dan sekitarnya.

Sukemi mengungkapkan, saat ini cukup banyak masalah pendidikan di Indonesia yang harus dibenahi bersama. Salah satunya adalah distribusi guru. "Jumlah guru di Indonesia saat ini sudah mencukupi, tetapi distribusinya masih kurang merata."

Selain itu, guru yang tersedia dengan belum tentu pada bidang studi yang dibutuhkan. Di suatu daerah masih terdapat kekurangan guru bidang studi tertentu, namun kelebihan guru bidang studi lainnya.

Masalah lain tentang tenaga kependidikan yaitu persentase guru yang berijazah sarjana baru 24,6 persen. Saat ini, Kementerian Pendidikan Nasional sedang mengubah paradigma pendidikan berbasis layanan dan melakukan reformasi birokrasi internal.

Layanan-layanan publik akan disediakan dengan bentuk e-layanan untuk mempermudah pemangku kepentingan (stakeholder) mengakses informasi pendidikan. Selain itu, akan disiapkan saluran sambung rasa 177, sebagai saluran bagi masyarakat yang ingin menanyakan segala sesuatu terkait pendidikan. Saluran ini bakal segera online, dan tengah diupayakan untuk bebas pulsa.

Hal lain yang diungkapkan Sukemi pada kesempatan tersebut yaitu tentang pendidikan karakter. Terdapat empat hal yang harus diberikan kepada anak didik yaitu olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. "Pendidikan karakter tidak dibuatkan kurikulum khusus namun diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada selama ini," tuturnya.

sumber : kemdiknas.go.id



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas